Terkadang orang-orang dengan nilai akademisi yang bagus justru kalah dengan mereka yang nilainya biasa saja namun aktif dalam organisasi. Semasa kuliah dulu, saya menganggap bahwa nilai akademisi yang bagus adalah sebuah modal utama untuk mencari sebuah pekerjaan. Ternyata apa yang saya pikirkan itu tidak sepenuhnya benar. Suatu ketika, saya berada di tengah-tengah organisai mahasiswa. Banyak rekan mahasiswa dengan nilai biasa-biasa saja, namun membuat saya terkagum-kagum dengan keahlian mereka berbicara di depan umum. Sebuah keahlian yang sama sekali tidak saya dapatkan di mata kuliah apapun.
Dari sinilah awal mula saya mengenal sebuah organisasi. Di dalamnya berbagai efek positif saya dapatkan sehingga membuat diri ini lebih percaya diri dalam menghadapi percaturan kehidupan yang kian sulit. Mulai dari cara berpidato, cara mengemukakan pendapat dan saling bertukar pikiran lewat diskusi-diskusi. Tentunya kita sebagai manusia tidak akan pernah bisa hidup sendiri terlebih ketika kita dipaksa untuk terjun di masyarakat. Sebagai bagian dari masyarakat, ketika kita hanya menjadi pendengar setia tanpa mampu mengemukakan pendapat, saat itu pula kita akan terlihat dungu dan menjadi orang yang hanya akan dijadikan ‘alat’ atas kepentingan-kepentingan yang terkadang justru tidak berguna bagi diri pribadi.
Belajar berorganisasi adalah hal yang sangat penting serta menjadi modal berharga untuk masuk ke dalam kehidupan yang sebenarnya. Mulai dari mencari pekerjaan, keaktifan di dalam masyarakat bahkan juga untuk mengangkat status sosial di tengah masyarakat. Dengan ikut di dalam sebuah organisasi, saat itu pula pribadi kita ditempa untuk peka terhadap kasus-kasus sosial yang ada. Organisasi Karang Taruna atau organisasi kepemudaan di pedesaan adalah salah satu wadah yang tepat untuk belajar menjadi pribadi yang tidak hanya berintelektual tinggi namun juga mempunyai kematangan emosional. Oleh karena itu, sebagai pemuda/i yang menjadi ujung tombak terciptanya perubahan yang baik di tengah masyarakat, adalah sebuah keharusan untuk ikut aktif di dalam Karang Taruna.
Tidak hanya sampai di situ saja, aktif bukanlah berarti sekadar aktif dalam kegiatan tanpa bisa mengemukakan pendapat. Sebagai anggota, tentunya kita mempunyai hak untuk mengemukakan pendapat bahkan mengutarakan keberatan jika memang sekiranya ada yang dirasa ganjil dalam organisasi Karang Taruna. Jangan hanya diam! Ketika kita hanya berdiam diri, maka saat itu pula kita hanya akan menjadi daun yang rela diseret arus menuju muara yang entah itu berupa muara kebaikan atukah keburukan. Belajarlah untuk menjadi kritis, karena kritis tidaklah dilarang.
Dari sinilah awal mula saya mengenal sebuah organisasi. Di dalamnya berbagai efek positif saya dapatkan sehingga membuat diri ini lebih percaya diri dalam menghadapi percaturan kehidupan yang kian sulit. Mulai dari cara berpidato, cara mengemukakan pendapat dan saling bertukar pikiran lewat diskusi-diskusi. Tentunya kita sebagai manusia tidak akan pernah bisa hidup sendiri terlebih ketika kita dipaksa untuk terjun di masyarakat. Sebagai bagian dari masyarakat, ketika kita hanya menjadi pendengar setia tanpa mampu mengemukakan pendapat, saat itu pula kita akan terlihat dungu dan menjadi orang yang hanya akan dijadikan ‘alat’ atas kepentingan-kepentingan yang terkadang justru tidak berguna bagi diri pribadi.
Belajar berorganisasi adalah hal yang sangat penting serta menjadi modal berharga untuk masuk ke dalam kehidupan yang sebenarnya. Mulai dari mencari pekerjaan, keaktifan di dalam masyarakat bahkan juga untuk mengangkat status sosial di tengah masyarakat. Dengan ikut di dalam sebuah organisasi, saat itu pula pribadi kita ditempa untuk peka terhadap kasus-kasus sosial yang ada. Organisasi Karang Taruna atau organisasi kepemudaan di pedesaan adalah salah satu wadah yang tepat untuk belajar menjadi pribadi yang tidak hanya berintelektual tinggi namun juga mempunyai kematangan emosional. Oleh karena itu, sebagai pemuda/i yang menjadi ujung tombak terciptanya perubahan yang baik di tengah masyarakat, adalah sebuah keharusan untuk ikut aktif di dalam Karang Taruna.
Tidak hanya sampai di situ saja, aktif bukanlah berarti sekadar aktif dalam kegiatan tanpa bisa mengemukakan pendapat. Sebagai anggota, tentunya kita mempunyai hak untuk mengemukakan pendapat bahkan mengutarakan keberatan jika memang sekiranya ada yang dirasa ganjil dalam organisasi Karang Taruna. Jangan hanya diam! Ketika kita hanya berdiam diri, maka saat itu pula kita hanya akan menjadi daun yang rela diseret arus menuju muara yang entah itu berupa muara kebaikan atukah keburukan. Belajarlah untuk menjadi kritis, karena kritis tidaklah dilarang.


0 komentar:
Posting Komentar